EKSPRESI SENI TIGA MALAM DI VIDAFEST 2018 ( part 3)

Action Painting Hanafi dan perupa Bekasi
Hari ketiga atau malam puncak, VidaFest 2018 menampilkan Ensamble Angklung dari Vida. Kemudian dilanjutkan oleh teater-musik oleh Anestesi dan Teater Korek, UNISMA Bekasi. Naskah yang mereka mainkan berjudul ‘pa-ru-pa-ru-pa’ karya Anestesi. Alunan menggelayut dan mengajak hati untuk hening berintrospeksi datang dari Kumpulan Bunyi Sunya yang digawangi oleh Lawe Samagaha dan kemudian dilanjutkan dalam acara puncak Action Painting.

Suasana hikmat mengiringi Hanafi dan dua perupa Bekasi lainnya melakukan action painting. Saat awal mereka melukis, penonton dibuat tercengan dengan aneka warna cat yang dideburkan di kanvas, mengalir turun dan membentuk sulur – sulur yang unik. Kemudian ketiga perupa mengambil kuas dan membentuk apa yang sebelumnya tercipta dari sulur – sulur air tersebut. Sangat menarik ketika mereka melukis diiringi musik yang syahdu, menggelayut hati seolah ingin ikut meliuk – liukkan kuas ke dalam kanvas kehidupan kita masing – masing. Malam itu sebuah lukisan berjudul ‘Bekasi 1824’ lahir.

Para penonton kemudian diajak untuk sejenak hening mendoakan saudara – saudara sebangsa yang terkena musibah gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah. Secara spontan, panitia VIDAFEST 2018 juga mengumpulkan donasi bagi para korban di sana. Hanafi pun menyumbangkan lukisannya malam itu dan gayung bersambut, Bapak Edward Kusma, selaku Direktur Vida Bekasi yang hadir malam itu pun spontan membeli lukisan tersebut, sehingga donasi untuk korban gempa di Palu bertambah. Semuanya tergerak, semuanya bergerak.

Acara VIDAFEST 2018 ditutup dengan tarian Ritus Bekasi karya koreografer Hartati yang sangat indah.

Selain pagelaran seni, acara juga dimeriahkan oleh pasar malam yang diisi oleh kelompok pedagang dan UMKM yang tergabung dalam Koperasi Savira. (ylv)